Computational Thinking

Tag: Algoritma2025

1. Apa itu Computational Thinking?

Computational Thinking (CT) adalah pendekatan berpikir yang digunakan dalam ilmu komputer untuk menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis. Tujuan utama dari CT adalah mengembangkan keterampilan dalam memecahkan masalah dengan cara yang efisien, terstruktur, dan dapat diprogramkan. Ada empat tahapan utama dalam Computational Thinking yang harus dipahami.

1.1 Abstraksi

Abstraksi adalah proses menyaring informasi yang tidak relevan dan hanya mempertahankan informasi yang penting untuk menyelesaikan masalah. Dalam tahap ini, kita mencoba untuk memahami inti dari masalah dan mengabaikan detil-detil yang tidak relevan.

1.2 Pengenalan Pola

Pengenalan pola adalah tahap di mana kita mencari kesamaan atau pola dalam data yang ada, yang dapat membantu kita menemukan solusi yang lebih cepat dan lebih efisien.

1.3 Algoritma

Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah yang harus diikuti untuk menyelesaikan masalah. Dalam tahap ini, kita menyusun langkah-langkah yang jelas dan terstruktur yang dapat dipahami oleh mesin atau komputer.

1.4 Dekomposisi

Dekomposisi adalah proses memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah untuk dipecahkan. Dengan membagi masalah menjadi sub-masalah yang lebih sederhana, kita bisa lebih mudah menemukan solusi.

2. Algoritma: Deskriptif, Flowchart, dan Pseudo Code

Algoritma adalah langkah-langkah yang terstruktur untuk menyelesaikan masalah tertentu. Ada beberapa cara untuk mendeskripsikan algoritma, yaitu dengan menggunakan deskripsi teks, flowchart, atau pseudo code.

2.1 Algoritma Deskriptif

Algoritma deskriptif adalah cara untuk menjelaskan algoritma dengan menggunakan teks biasa, menjelaskan setiap langkah secara rinci. Algoritma ini sangat mudah dipahami karena tidak membutuhkan aturan sintaksis tertentu.

2.2 Flowchart

Flowchart adalah diagram visual yang menggambarkan alur algoritma dengan simbol-simbol grafis. Setiap langkah dalam algoritma digambarkan dengan simbol tertentu seperti persegi panjang untuk proses dan belah ketupat untuk keputusan.

2.3 Pseudo Code

Pseudo code adalah penulisan algoritma menggunakan bahasa yang menyerupai bahasa pemrograman, tetapi tidak terikat pada aturan sintaksis bahasa pemrograman tertentu. Pseudo code sering digunakan untuk merancang algoritma sebelum diimplementasikan ke dalam kode program.

3. Tahapan Membuat Algoritma Deskripsi

Dalam membuat algoritma deskriptif, ada beberapa tahapan yang harus dilalui agar solusi yang dihasilkan jelas dan efisien. Berikut adalah tahapan-tahapan tersebut.

3.1 Menentukan Ruang Lingkup Masalah

Langkah pertama adalah memahami ruang lingkup masalah, yaitu mendefinisikan masalah secara jelas dan menentukan apa yang harus dicapai dengan algoritma tersebut.

3.2 Menentukan Constraint (Kendala)

Menentukan batasan-batasan atau constraint, termasuk kondisi awal dan kondisi akhir yang diinginkan. Ini memastikan algoritma berfungsi dalam batasan yang ada.

3.3 Menentukan Sub-Aksi

Tentukan langkah-langkah atau sub-aksi yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah. Ini memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah diselesaikan.

3.4 Menulis Algoritma

Setelah memahami ruang lingkup, kendala, dan sub-aksi, kita dapat menulis algoritma deskriptif yang jelas dan terstruktur.